Mulo Bawane Olah Roso

 Sugeng Rahayu Mugi Konjuk Dumateng Sedoyo Sanak Kadang Sinorowedi

“Kanjeng Ratu Kidul”

Banyak cerita seputar beliau ini ada yang menyakini sosoknya berasal dari bangsa jin (siluman,iblis), malaikat dan tidak sedikit pula mengklaim jelmaan manusia yang dengan kesaktiaannya dapat berubah-ubah (wujud dan ghoib) yang menguasai kawasan pantai selatan. Memang sulit untuk mendapatkan data yang dapat dijadikan untuk akhir kesimpulan yang pasti untuk dijadikan argumen umum. Karena dilahirkan dikeluarga dan falsafah orang jawa “ndeso” yang tidak lepas olah roso sedikitnya mempengaruhi terbentuknya cara pandang terhadap beliau, walaupun dengan latar belakang pendidikan yang saya miliki secara tidak langsung dituntut juga untuk berfikir logis dan sistematis. Dengan segala keterbatasan pengetahuan, saya mencoba mengulasnya dari sudut pandang keilmuan dan pengalaman hidup saya.

Orang tua khususnya almarhum romo memang percaya betul tentang eksistensi kanjeng ratu kidul ini sampai-sampai menyebut namanyapun tidak boleh pake nama yang lain selain “kanjeng ratu kidul atau kanjeng ratu segoro kidul” agak janggal memang, hingga suatu waktu pernah secara tidak sengaja bibi saya mengucapkan “nyi roro kidul ngamuk” tiba-tiba gentong air untuk minum tumpah seperti tertimpa sesuatu yang besar dengan suara yang cukup keras hingga seluruh anggota keluarga (bibi-bibi dan alm ibu saya) berteriak sejadi-jadinya kebetulan bapak dan romo saya sedang tidak berada dirumah jadi yang laki-laki hanya saya. Mau teriak sekencang apapun ya nggak ada yang denger lha wong neng ndeso (dikampung) ditambah hujan plus angin puyuh. Pada saat itu hujan besar disertai angin kencang kalau tidak salah itu terjadi setiap malam kamis dan jumat malam setelah keraton solo kebakaran tidak tahu persis sebelah mananya. Mungkin para pembaca yang bertempat tinggal dekat aliran bengawan solo khususnya kawasan hulu pada tahun 90an pernah mengalaminya karena debit airnya lumayan tinggi. Semenjak kejadian itulah keluarga saya semakin tambah percaya terhadap keberadaan beliau beserta sopan santunnya, tapi mungkin sudah watek saya dari kecil, hati saya kok belum sreg kehal-hal yang belum saya pahami, walaupun sering doktrin-doktrin mistik dari keluarga saya terdengar masuk ke telinga saya. Bukan berarti saya menolak paham-paham keluarga, selama paham tersebut belum dimengerti saya hanya No Comment.

 

Hingga suatu hari saya seperti bermimpi tapi seperti sadar karena tempat kejadian itu sama persis dikamar saya berikut isi-isinya serta adik saya yang tidur disamping saya dengan pulesnya dan selimut berwarna coklat yang berlubang lumayan besar, tiba-tiba datang dua sosok makluk yang satu berupa wanita cuantik berpakaian ala seorang ratu duduk dikursi meja belajar dan sosok yang satu lagi berupa orang tinggi besar menyeramkan berdiri dipinggir tempat tidur hingga membuat keringat makin mengucur dari tumbuh sambil mencubit paha adik saya namun dia tidur dengan pulasnya sepertinya tidak merasa saya cubitin berulang kali saya menarik selimut saya sampai menutupi kepala saya. Sampai akhirnya saya coba intip dari lubang selimut karena cukup lebar saya dapat melihat makluk tinggi besar tersebut berpindah duduk diatas tempat tidur sambil mengajukan beberapa pertanyaan dan beberapa pitutur atas jawaban saya.Dengan gemetaran saya memberanikan diri ngitip sosok wanita cantik yang duduk di kursi meja belajar saya dengan senyum dia mulai bergeser bersama kursinya. Dan kuceritakan hal tersebut kepada orang tua saya bapak saya menjawab ” ya itu yang bernama kanjeng ratu kidul.

Semanjak kejadian tersebut hampir tiap malam antara jam 12 sampai jam 2 malam dikunjungi makluk yang aneh-aneh dari nenek tua biasa sampai nenek tua (mohon maaf) yang payudaranya menjulang hampir kekaki dan makluk-makluk lainnya. Dan akhirnya tanpa saya sadari saya jadi nggak penakut mungkin sudah terlalu sering melihat yang serem jadi biasa, tidur dipinggir sungai, digunung, ditempat-tempat angker sampai tidur dikuburan jadi rutinitas, ada kepuasan batin tersendiri yang dapat rasakan. Bukan tidak takut sama sekali kadang terbersit juga kengerian namun akan cepat hilang dikala ingat toh saya nggak punya niat mengganggu ataupun sesumbar saya mengerti dunia “mereka” dan saya ingin menikmati keindahan alam ini dengan suasana yang tidak umum sampai dengan nyamukpun saya tidak merasa terganggu. Dalam hati berkata “nyokoto awakku sendoten getihku ning ojo sampe aku kroso” (gigit badanku dan sedot/ambil darahku tapi jangan sampai terasa olehku) apapun yang terjadi terjadilah pasrah sumerah dumateng Gusti Kang Hakaryo Jagad kalaupun toh ada sesuatu yang aneh ya wajar lha wong tempatnya aja nggak wajar.

Didorong keingintahuan terhadap dunia “tak kasat mata” saya banyak bertanya kepada orang yang dianggap pinter lan waskito, pandapat merekapun berwarna-wani ada yang bersifat menentang dan ada yang mengakui keberadaannya. Seiring perjalanan waktu saya bersinggungan ke hal-hal yang berbau uka-uka mistik lainnya seperti KM (kantong macan) RB (rantai babi/rantai bumi) BK (betara karang) LM (logam mulia) barang anti cukur, uang brasil peninggalan bungkarno, uang merah, black dollar dalam hati kok jadi tambah ruwet ngene. Apakah iya sosok yang sedemikian melegenda sekian lama kesholehan, kearifan, kebijaksaan dan kelembutannya dijadikan tempat orang pengen kaya mendadak alias pemalas. Lha wong namanya juga katanya belum lihat pake mata kepala sendiri ragu menjadi sebuah alasan.

Dari informasi, penjelasan dan lelakunya, saya sementara berkesimpulan, tiap pendapat mempunyai dasar dan alasan menurut faham keilmuan yang mereka miliki serta yakini. Keyakinan seseorang memang tidak bisa dirubah seperti membalikan telapak tangan. Memang tidaklah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu entah itu sebagai anggapan maupun keyakinan.

Pendapat negatif ataupun positif menjadi suatu hal yang sering saya dengar masing-masing membawa konsekuensi sendiri-sendiri.

Sebagai pribadi yang ingin sedang belajar, keawaman tentang “dunia lain” akhirnya menahan saya untuk tidak sembarangan menuduh. Apapun bentuknya semua terjadi tidak lepas dari kuasa Sang Maha Pencipta, dan pasti ada hikmah yang baik yang dapat kita petik dibalik fenomena didalamnya, karena tidak ada yang sia-sia apa yang diciptakanNya.

Dan dari sini akhirnya saya menemukan sesuatu yang membawaku untuk belajar untuk lebih eling lan waspada nrimo ing pandhum (tawakal) dalam menyikapi hiruk pikuknya jagad ini. Baik buruknya sesuatu yang ada yang telah terjadi sudah menjadi takdir Sang Maha Pencipta apik elek iku wis pancenane wong urip neng ngalam dunyo.  Nyuwun leganing manah dumateng poro “pini sepuh” tumrap polah bawane tembung ingkang keladhuk

 

Duh Gusti Kang Hakaryo Jagad Sedoyo Pujo Lan Puji kulo Haturaken

Dumateng Panjenengan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s